Iklan

terkini

Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP

Lidinews
Senin, Juni 02, 2025 WIB Last Updated 2025-06-01T17:15:07Z

Gambar : Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP. Lidinews.id

Aceh, Aceh Tengah, Lidinews.idTiga mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi, Rafif Husein Ginting, Ihsan Prayogo, dan Jihan Nur, melakukan riset tentang budidaya kopi arabika di Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah. Mereka berfokus pada pentingnya budidaya kopi arabika sesuai dengan GAP dan pentingnya perhatian terhadap petani kopi dalam menjaga keberlanjutan budidaya kopi.

 

Rafif Husein Ginting berpendapat bahwa perhatian terhadap petani kopi menjadi salah satu faktor terpenting dalam menjaga keberlanjutan budidaya kopi. "Petani kopi membutuhkan dukungan dan bimbingan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi mereka," kata Rafif.

 

Gambar : Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP. Lidinews.id

Ihsan Prayogo menambahkan bahwa masa depan kopi sangat berpotensi untuk menjadi harapan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. "Pemerintah dan masyarakat telah berkolaborasi dengan baik di daerah ini, sehingga kita dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi bersama-sama," kata Ihsan.

 

Namun, ancaman iklim ekstrim menjadi tantangan bagi petani kopi di Atu Lintang. Metode budidaya kopi sesuai dengan GAP (Good Agricultural Practices) menjadi solusi bagi petani Atu Lintang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

 

Salman Pademun, seorang Master Trainer SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia) dan juga Kepala BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Atu Lintang, mengatakan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan bagi petani di seluruh dunia. "Perubahan iklim sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas kopi, sehingga kita perlu mencari solusi untuk mengatasi masalah ini," kata Salman.

 

Gambar : Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP. Lidinews.id

Dengan melihat gejolak kebutuhan kopi dunia yang sangat tinggi, menjadi semangat bagi petani kopi maupun pemerintah dalam mengembangkan keberlanjutan budidaya kopi di Aceh Tengah. Kopi arabika Aceh Tengah sudah terbukti dalam pasar internasional menjadi kopi yang berkualitas tinggi.

 

Mahasiswa Universitas Panca Budi berharap keberlangsungan ini bertahan dan meningkat untuk depannya. "Kami berharap bahwa dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan petani kopi, kita dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," kata Rafif.

 

Dengan demikian, diharapkan budidaya kopi arabika di Aceh Tengah dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat setempat. Selain itu, kualitas kopi yang dihasilkan juga dapat terus meningkat dan bersaing di pasar internasional.

 

Dalam jangka panjang, keberlanjutan budidaya kopi di Aceh Tengah dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat setempat, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga keberlanjutan budidaya kopi, seperti penerapan metode budidaya yang ramah lingkungan dan peningkatan kualitas kopi.

 

Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, diharapkan budidaya kopi arabika di Aceh Tengah dapat terus berkembang dan menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

 



Reporter : Arjuna H T Munthe

 

 

Reporter : Arjuna H T Munthe

Komentar

Tampilkan

  • Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP
  • 0

Tidak ada komentar:

Terkini