![]() |
| Gambar : Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP. Lidinews.id |
Aceh, Aceh Tengah, Lidinews.id - Tiga mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi, Rafif Husein Ginting, Ihsan Prayogo, dan Jihan Nur, melakukan riset tentang budidaya kopi arabika di Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah. Mereka berfokus pada pentingnya budidaya kopi arabika sesuai dengan GAP dan pentingnya perhatian terhadap petani kopi dalam menjaga keberlanjutan budidaya kopi.
Rafif Husein
Ginting berpendapat bahwa perhatian terhadap petani kopi menjadi salah satu
faktor terpenting dalam menjaga keberlanjutan budidaya kopi. "Petani kopi
membutuhkan dukungan dan bimbingan untuk meningkatkan kualitas dan
produktivitas kopi mereka," kata Rafif.
![]() |
| Gambar : Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP. Lidinews.id |
Ihsan Prayogo
menambahkan bahwa masa depan kopi sangat berpotensi untuk menjadi harapan
kesejahteraan bagi masyarakat setempat. "Pemerintah dan masyarakat telah
berkolaborasi dengan baik di daerah ini, sehingga kita dapat meningkatkan
kualitas dan produktivitas kopi bersama-sama," kata Ihsan.
Namun, ancaman
iklim ekstrim menjadi tantangan bagi petani kopi di Atu Lintang. Metode
budidaya kopi sesuai dengan GAP (Good Agricultural Practices) menjadi solusi
bagi petani Atu Lintang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Salman Pademun,
seorang Master Trainer SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia) dan
juga Kepala BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Atu Lintang, mengatakan
bahwa perubahan iklim menjadi tantangan bagi petani di seluruh dunia.
"Perubahan iklim sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas kopi,
sehingga kita perlu mencari solusi untuk mengatasi masalah ini," kata
Salman.
![]() |
| Gambar : Mahasiswa MBKM Universitas Panca Budi Fokus pada Budidaya Kopi Arabika sesuai GAP. Lidinews.id |
Dengan melihat
gejolak kebutuhan kopi dunia yang sangat tinggi, menjadi semangat bagi petani
kopi maupun pemerintah dalam mengembangkan keberlanjutan budidaya kopi di Aceh
Tengah. Kopi arabika Aceh Tengah sudah terbukti dalam pasar internasional
menjadi kopi yang berkualitas tinggi.
Mahasiswa
Universitas Panca Budi berharap keberlangsungan ini bertahan dan meningkat
untuk depannya. "Kami berharap bahwa dengan kerja sama antara pemerintah,
masyarakat, dan petani kopi, kita dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas
kopi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," kata Rafif.
Dengan demikian,
diharapkan budidaya kopi arabika di Aceh Tengah dapat terus berkembang dan
menjadi salah satu sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Selain itu, kualitas kopi yang dihasilkan juga dapat terus meningkat dan
bersaing di pasar internasional.
Dalam jangka
panjang, keberlanjutan budidaya kopi di Aceh Tengah dapat membawa manfaat besar
bagi masyarakat setempat, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Oleh karena
itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga keberlanjutan budidaya kopi,
seperti penerapan metode budidaya yang ramah lingkungan dan peningkatan
kualitas kopi.
Dengan kerja
sama dan komitmen yang kuat, diharapkan budidaya kopi arabika di Aceh Tengah
dapat terus berkembang dan menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam
pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Reporter : Arjuna H T Munthe
Reporter : Arjuna H T Munthe


.png)
.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar