![]() |
| Gambar : Nissa Dalimunthe |
Sumatera Utara, Labuhanbatu, Lidinews - Meninggalnya aktivis inisial AIS diduga tidak wajar dan penuh misteri, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Solidaritas perempuan merdeka kepada berbagai media, Kamis (19/02/26).
Kematian AIS banyak kejanggalan dan praduga serta misterius tapi APH seperti berpangku tangan dan hanya buat pembenaran dan bukti penyelamatan tugas, bukan berdasarkan fakta dan hukum tapi seakan hanya alibi dan diduga pengaruhi keluarga koban.
Menurut Nissa Dalimunthe biasa akrab dipanggil nyaik, menilai dan merasakan banyak kejanggalan terhadap meninggalnya Almarhum seorang aktivis yang punya rekam jejak jauh dari praduga paraduga penyebab kematian korban, mulai dari kondisi fisik mayat serta perilaku beberapa teman aktivis AIS yang berusaha keras agar tidak dilakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus kematian AIS.
Kami rekan Almarhum menerima kabar sewaktu kami dimedan mendapat informasi dari kawan yang di kamar mayat AIS meninggal OD, kami langsung cari informasi dari kawan kawan di Labuhanbatu namun kami tidak percaya melihat rekam jejak perilaku Almarhum selama ini, karena kami termasuk teman dekat, karna dari kondisi fisik tidak memungkinkan itu OD maupun dugaan serangan jantung seperti ungkap Kepolisian, selanjutnya kami melakukan advokasi mengapa tidak ada Autopsi, buka rekaman CCTV, Pres Rilis, Police Line, Penyidikan secara kompreship anehnya lagi dompet AIS hilang, maka dugaan kuat indikasi pembunuhan memungkinkan atau ini ada kesengajaan di tutup tutupi" Ujar Nissa dalimunthe
Nissa Dalimunthe menuturkan ", Kematian AIS banyak kejanggalan mulai awal kronologis bahwa berangkat bersama rekannya RR dari simpang 6 menuju lokasi sekitar jam 00.30 wib sampai di lokasi sekitar jam 8 terdengar kabar meninggalnya, namun tidak ada police line maupun pers release yang jelas dari kepolisian polres Labuhanbatu, dan Tempat kejadian perkara (KTV) seakan pihak kepolisian diduga bermain mata menutupi terkait cctv dan kematian yang sebenarnya, dan kemana kesaksian 15 orang rekan Almarhum di lokasi, kok ngak ada upaya penyelamatan. Saya dan beberapa rekan saat ini sedang berjuang terus menggali informasi agar terungkap apa motif kematiannya, serta penemuan AIS di KTV ini sudah menjadi mayat, seharusnya kepolisian melakukan autopsi sesuai UU yang berlaku, maka dari itu kami akan melaporkan beberapa oknum kepolisian ke POLDA SUMATERA UTARA maupun MABES POLRI " ujar Nissa dalimunthe
Sementara berita sebelumnya terkait AIS Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reskrim Kepolisian Resor Labuhanbatu, AKP M. Jihad Fajar Balman, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, tidak ditemukan narkotika maupun bekas pemakaian narkotika di lokasi kejadian. Di TKP, petugas disebut hanya menemukan minuman keras merek The Singleton.
Dalam keterangan awalnya, Kasat Reskrim juga menyebutkan bahwa penyebab kematian korban bukan karena overdosis maupun unsur pembunuhan. Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Publik kini menanti langkah tegas dan transparan dari aparat penegak hukum guna memastikan apakah kematian AIS murni karena faktor medis atau terdapat unsur tindak pidana di dalamnya. Prinsip praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan, namun keterbukaan informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
(Heri Faysal)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar