Sumatera Utara, Medan, Lidinews - Reformasi yang dahulu digaungkan sebagai tonggak perubahan bangsa kini dinilai semakin jauh dari harapan masyarakat.
Berbagai persoalan sosial, hukum, ekonomi, hingga ketimpangan keadilan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan secara menyeluruh.
Ketua PERADAN Sumut, Paulus PG, menilai bahwa reformasi saat ini seakan hanya menjadi penantian panjang yang tidak diketahui arah dan ujungnya.
Menurutnya, cita-cita reformasi yang mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia perlahan mulai kehilangan makna di tengah realitas kehidupan masyarakat.
“Reformasi seharusnya menghadirkan perubahan nyata dalam penegakan hukum, kesejahteraan masyarakat, serta perlindungan terhadap hak-hak rakyat kecil.
Namun yang terjadi hari ini, masyarakat masih banyak menghadapi ketidakadilan, kesenjangan sosial, serta lemahnya keberpihakan terhadap rakyat,” ujar Paulus PG.
Ia juga menyoroti masih maraknya praktik ketidakadilan hukum, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, hingga persoalan ekonomi yang semakin menekan masyarakat kecil. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan kembali arah reformasi yang selama ini diperjuangkan.
Paulus PG menegaskan bahwa reformasi tidak boleh hanya menjadi slogan politik semata, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ia meminta seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, hingga masyarakat sipil agar kembali menghidupkan semangat reformasi yang berlandaskan keadilan, integritas, dan kemanusiaan.
“Bangsa ini membutuhkan pemimpin dan penegak hukum yang benar-benar bekerja demi kepentingan rakyat, bukan demi kepentingan kelompok tertentu. Jika keadilan sosial terus hilang, maka reformasi hanya akan menjadi sejarah tanpa makna,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Paulus PG mengajak seluruh generasi muda untuk tetap kritis dalam mengawal demokrasi serta menjaga nilai-nilai reformasi agar cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.
Editor : Arjuna H T Munthe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar