Syam Firdaus Jafba Soroti Dugaan Error Sistem CAT Ujian Koperasi Merah Putih, Pertanyakan Kesiapan Panselnas dan Kemenkop
Sumatera Utara, Medan, Lidinews - Pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi Koperasi Merah Putih menuai banyak keluhan dari peserta.
Sejumlah peserta mengaku mengalami gangguan sistem saat ujian berlangsung, mulai dari jawaban yang berubah sendiri hingga pilihan jawaban yang berpindah tanpa dilakukan oleh peserta.
Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui berbagai platform media sosial dan forum komunikasi peserta. Kondisi ini kemudian memunculkan kekhawatiran terkait kualitas sistem serta transparansi pelaksanaan seleksi yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalitas.
Menanggapi persoalan tersebut, Pegiat Media Sosial sekaligus eks Bendahara Umum DPP GMNI, Syam Firdaus Jafba, mempertanyakan kesiapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan Kementerian Koperasi dalam menyelenggarakan proses ujian yang adil dan transparan.
Menurut Syam, sistem ujian berbasis digital seharusnya mampu meminimalisir kesalahan teknis serta memberikan kepastian kepada peserta. Namun jika benar banyak peserta mengalami persoalan yang sama, maka hal itu tidak bisa dianggap sebagai masalah kecil ataupun sekadar gangguan biasa.
“Jika benar banyak peserta mengalami jawaban yang berubah sendiri oleh sistem, maka ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai proses seleksi yang seharusnya objektif justru menimbulkan keraguan publik akibat lemahnya kesiapan teknis penyelenggara,” ujar Syam, Rabu (13/5/2026).
Ia menilai, pelaksanaan seleksi yang melibatkan banyak peserta semestinya telah melalui uji coba sistem secara matang sebelum ujian dilaksanakan. Sebab, persoalan teknis dalam ujian CAT dapat berdampak langsung terhadap hasil peserta dan berpotensi merugikan banyak pihak.
Syam juga meminta agar Panselnas dan Kementerian Koperasi segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait dugaan gangguan sistem tersebut. Selain itu, ia mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh dan audit teknis terhadap sistem CAT yang digunakan selama proses seleksi berlangsung.
“Transparansi sangat penting agar kepercayaan peserta tetap terjaga. Jangan sampai semangat membangun koperasi dan pemberdayaan masyarakat justru tercoreng oleh persoalan teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap laporan dan keberatan dari peserta harus ditampung serta ditindaklanjuti secara serius. Menurutnya, penyelenggara perlu memastikan tidak ada peserta yang dirugikan akibat kemungkinan error sistem ataupun kelemahan teknis lainnya.
Syam berharap pihak penyelenggara dapat segera mengambil langkah korektif apabila ditemukan adanya gangguan sistem yang memengaruhi hasil ujian peserta. Ia menilai prinsip keadilan, akuntabilitas, dan profesionalitas harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses seleksi publik.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap proses seleksi ini. Jika memang ada kesalahan sistem, maka harus ada keberanian untuk mengevaluasi dan memperbaikinya secara terbuka dan bertanggung jawab,” tutupnya.
Editor : Arjuna H T Munthe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar