![]() |
| Gambar : |
Sumatera Utara, Medan, Lidinews - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Medan menyampaikan apresiasi secara objektif terhadap langkah Pemerintah Kota Medan dalam merespons kondisi jembatan roboh di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia.
GMNI Medan menilai bahwa peninjauan langsung yang dilakukan oleh pemerintah kota Medan merupakan bentuk kehadiran negara dalam melihat persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Infrastruktur jembatan yang telah roboh sejak tahun 2024 bukan saja soal fisik saja, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan kelangsungan aktivitas sosial-ekonomi warga, khususnya bagi pelajar dan pekerja yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Kondisi darurat yang memaksa masyarakat khususnya anak sekolah menggunakan pipa PDAM sebagai jalur alternatif menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penyelesaian yang cepat dan tepat. Dalam konteks ini, langkah Pemko Medan yang telah mengirimkan surat resmi kepada PT Kereta Api Indonesia untuk permohonan pinjam pakai lahan dan aset dinilai sebagai proses administratif yang penting dan harus segera ditindaklanjuti secara konkret.
Akan tetapi, GMNI Medan menekankan bahwa upaya ini tidak boleh berhenti pada tahap koordinasi dan perencanaan semata. Diperlukan komitmen kuat dari seluruh pihak terkait agar pembangunan kembali jembatan dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak berlarut-larut. Mengingat, keterlambatan penanganan infrastruktur publik berpotensi memperbesar risiko keselamatan serta memperdalam ketimpangan akses bagi masyarakat.
GMNI Medan juga mendorong agar proses pembangunan nantinya mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat. Selain itu, penting bagi pemerintah untuk melibatkan partisipasi publik dalam setiap tahapan pembangunan, sehingga hasil yang dicapai benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Sebagai organisasi yang berpijak pada nilai-nilai kerakyatan, GMNI Medan akan terus mengawal kebijakan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Dukungan terhadap langkah positif pemerintah tetap disertai dengan sikap kritis konstruktif, guna memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat luas.
Sehingga, GMNI Medan berharap rencana pembangunan kembali jembatan di Gang Damai tidak hanya menjadi wacana dan rencana, tetapi dapat segera terealisasi sebagai solusi nyata atas persoalan yang telah lama dihadapi masyarakat.
(Heri Faysal Hsb)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar