![]() |
| Gambar : Setahun Memimpin, Heri Faysal Pertanyakan Hasil Nyata Pemerintahan Maya Hasmita–Jamri. Lidinews |
Sumatera Utara, Labuhanbatu, Lidinews – Aktivis sekaligus putra daerah Labuhanbatu, Heri Faysal Hasibuan, memberikan penilaian kritis terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Maya Hasmita dan Wakil Bupati Jamri, S.T. Ia menyebut pemerintah daerah belum mampu menunjukkan capaian signifikan yang benar-benar dirasakan masyarakat setelah lebih dari satu tahun masa kepemimpinan berjalan.
Heri menilai, janji pembangunan yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat harus mulai diuji melalui indikator kerja yang jelas, bukan hanya melalui narasi dan kegiatan seremonial pemerintahan.
“Sudah lebih dari satu tahun sejak pelantikan, tetapi masyarakat masih mempertanyakan di mana hasil nyata dari program-program prioritas tersebut. Sampai hari ini kami belum melihat bukti konkret yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Jangan sampai program prioritas hanya menjadi slogan politik tanpa implementasi yang terukur,” ujar Heri kepada awak media, Senin (27/07/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih fokus menghadirkan solusi terhadap persoalan mendasar masyarakat dibandingkan memperbanyak kegiatan seremonial. Ia menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Heri mengatakan, pembangunan daerah tidak dapat hanya dinilai dari banyaknya agenda pemerintahan yang terlaksana, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu memberikan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
Ia juga menyoroti slogan pembangunan “Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Labuhanbatu Cerdas Bersinar”. Menurutnya, visi tersebut harus diwujudkan dalam bentuk program yang memiliki target, ukuran keberhasilan, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Visi pembangunan tidak cukup hanya disampaikan dalam pidato atau ditampilkan melalui berbagai publikasi. Masyarakat membutuhkan bukti nyata. Jika tidak ada capaian yang terukur, publik berhak mempertanyakan apakah program tersebut benar-benar berjalan atau hanya sebatas narasi politik,” tegasnya.
Heri menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dibangun melalui kinerja dan hasil nyata, bukan melalui pencitraan maupun klaim keberhasilan.
”Jalan rusak adalah wajah pemerintahan. Selama masyarakat masih harus melintasi jalan yang rusak, selama itu pula publik berhak mempertanyakan sejauh mana pemerintah benar-benar hadir dan menjalankan tanggung jawabnya.” katanya.
Selain mengkritisi kinerja pemerintah daerah, Heri juga meminta Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu membuka informasi secara transparan mengenai perkembangan program-program prioritas yang telah berjalan selama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.
Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka mengenai penggunaan anggaran, target yang telah ditetapkan, tingkat realisasi program, indikator keberhasilan, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kalau memang program berjalan baik, buka datanya kepada publik. Berapa anggarannya, apa targetnya, sejauh mana pencapaiannya, dan apa manfaat yang diterima masyarakat. Transparansi adalah kewajiban pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat,” ungkapnya.
Heri juga mengajak masyarakat untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan objektif terhadap jalannya pemerintahan. Ia menilai partisipasi publik merupakan bagian penting dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Editor : Arjuna H T Munthe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar