![]() |
| Gambar : LPG 3 Kg Langka di Nias, Forum Sinergi Soroti Harga Eceran Tembus Rp25 Ribu |
Sumatera Utara, Nias, Lidinews — Gas LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi dilaporkan langka di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Kelangkaan tersebut membuat harga LPG di tingkat pengecer melonjak hingga Rp 25 ribu per tabung.
Padahal, LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu, termasuk rumah tangga dan usaha mikro yang memenuhi ketentuan. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena LPG sulit diperoleh di sejumlah pangkalan resmi.
Ketua Umum Forum Sinergi, Agus Berkat Lombu, menyoroti kondisi tersebut. Dia meminta Pertamina dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan serta harga LPG 3 kg sesuai ketentuan.
"Harga Rp 25.000 di tingkat warung adalah bentuk nyata pengawasan yang gagal. Kelangkaan ini bukan sekadar masalah pasokan, tetapi adanya pembiaran terhadap permainan harga dan dugaan penyimpangan distribusi subsidi yang tidak tepat sasaran," kata Agus Berkat Lombu kepada wartawan Rabu, (2/09/2026).
Menurut Agus, pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan rantai distribusi LPG 3 kg berjalan sesuai aturan, mulai dari agen hingga pangkalan. Dia juga meminta adanya pemeriksaan terhadap kemungkinan penimbunan maupun penyaluran LPG bersubsidi kepada pihak yang tidak berhak.
Forum Sinergi meminta Pertamina melakukan audit terhadap alur distribusi LPG 3 kg di Kabupaten Nias. Audit tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab kelangkaan dan tingginya harga di tingkat pengecer.
Selain itu, Forum Sinergi mendorong pemerintah melakukan operasi pasar apabila pasokan LPG di masyarakat memang mengalami kekurangan.
"Kuota dan distribusi harus dievaluasi. Jangan sampai masyarakat kecil yang menjadi penerima manfaat subsidi justru kesulitan mendapatkan LPG, sementara di tingkat pengecer harganya jauh lebih tinggi," ujarnya.
Forum Sinergi juga meminta Pertamina memberikan sanksi tegas terhadap agen maupun pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk menjual LPG bersubsidi tidak sesuai ketentuan.
Tak hanya Pertamina, Pemkab Nias juga didesak meningkatkan pengawasan. Forum Sinergi meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pangkalan dan pengecer.
Pengawasan juga dinilai perlu melibatkan Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan distribusi serta harga LPG 3 kg di lapangan.
Forum Sinergi turut mendorong pendataan penerima subsidi dilakukan secara tepat sasaran, termasuk melalui sistem digital, sehingga LPG 3 kg dapat dinikmati masyarakat yang memang berhak.
"Yang paling penting adalah masyarakat jangan terus menjadi korban. Pemerintah harus memastikan LPG tersedia dan harganya tidak memberatkan masyarakat kecil," tegas Agus.
Forum Sinergi berharap Pertamina dan Pemkab Nias segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dan menstabilkan harga LPG 3 kg di Kabupaten Nias.
(Editor: HFH)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar