![]() |
| Gambar : RAPIMCAB DPC GMNI Medan Teguhkan Ideologi dan Pertegas Arah Perjuangan Bersama Rakyat |
Sumatera Utara, Medan, Lidinews - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Medan sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB) selama tiga hari dua malam dengan mengusung tema "Meneguhkan Semangat Ideologis, Mempertegas Arah Gerakan GMNI Medan. Senin (29/06/2026).
Kegiatan Rapimcab ini menjadi momentum konsolidasi ideologi, penguatan organisasi, serta penegasan arah perjuangan GMNI Medan agar tetap berpijak pada garis perjuangan Marhaenisme dan senantiasa berpihak kepada rakyat.
Rangkaian RAPIMCAB diawali dengan Seminar Kebangsaan yang mengangkat fokus pembahasan "Membedah Tantangan Sosial, Politik, Ekonomi, dan Budaya di tengah Hegemoni Kapitalisme Global serta Merumuskan Strategi Kebangsaan dalam Menyambut Indonesia Emas 2045." Seminar tersebut menghadirkan ruang dialektika bagi anggota dan kader untuk membaca secara kritis dinamika bangsa di tengah perubahan geopolitik dunia, hegemoni kapitalisme global, perkembangan teknologi, hingga tantangan terhadap kedaulatan ekonomi, demokrasi, dan kebudayaan nasional.
Melalui seminar tersebut, GMNI Medan menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak dapat diwujudkan hanya melalui pertumbuhan ekonomi saja, tetapi harus dibangun di atas fondasi keadilan sosial, kedaulatan bangsa, supremasi hukum yang berkeadilan, serta keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat. Indonesia Emas harus menjadi Indonesia yang merdeka secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana amanat Trisakti Bungkarno.
Dalam pelaksanaan RAPIMCAB, seluruh kader GMNI Medan juga diserukan untuk tetap setia kepada sumber, yakni rakyat. Sebab, rakyat adalah sumber lahirnya perjuangan GMNI, sumber legitimasi gerakan, sekaligus tujuan utama dari setiap pengabdian organisasi. Seorang kader GMNI tidak boleh tercerabut dari denyut kehidupan rakyat maupun larut dalam kepentingan pragmatis yang menjauhkan organisasi dari cita-cita perjuangan.
Ketua DPC GMNI Medan Julpadli Simamora menegaskan bahwa kesetiaan kepada sumber tidak boleh dimaknai dalam kerja-kerja teori saja, akan tetapi komitmen ideologis yang harus diwujudkan melalui keberpihakan nyata kepada kaum marhaen. Kader GMNI harus hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi rakyat, mengorganisir kekuatan rakyat, serta menjadi pelopor dalam memperjuangkan keadilan sosial di berbagai sektor kehidupan.
Di tengah meningkatnya tantangan sosial, ketimpangan ekonomi, melemahnya daya beli masyarakat, ancaman terhadap demokrasi, serta menguatnya praktik-praktik kapitalisme yang berpotensi meminggirkan kepentingan rakyat, GMNI Medan memandang bahwa organisasi mahasiswa harus tetap menjalankan fungsi historisnya sebagai kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan perjuangan rakyat. Oleh karena itu, RAPIMCAB menjadi forum strategis untuk mempertegas arah gerakan organisasi agar tetap konsisten mengawal kepentingan nasional dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Selama tiga hari dua malam, peserta RAPIMCAB melakukan evaluasi terhadap jalannya organisasi, merumuskan program-program strategis, memperkuat konsolidasi kader, serta menyusun agenda perjuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Seluruh keputusan yang dihasilkan diarahkan untuk memperkokoh kaderisasi ideologis, memperluas pengabdian kepada rakyat, serta mempertegas posisi GMNI Medan sebagai organisasi perjuangan yang tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan ajaran Marhaenisme.
RAPIMCAB ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan GMNI tidak terletak pada kedekatannya dengan kekuasaan, melainkan pada kedekatannya dengan rakyat. Selama kader tetap setia kepada sumbernya, yakni rakyat, maka GMNI akan tetap menjadi organisasi yang relevan dalam menjawab tantangan zaman dan menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.
Editor : Heri Faysal

Tidak ada komentar:
Posting Komentar